Well, It's posting timee :)
Today is the end of April.
Oh so fast!
So...
I wrote some lyrics when the night came along in my bed, then when my hand was creeping over my folk guitar.
I wrote some 'something' absurd when I have too much damage in my brain.
I wrote some rebellion in my little paper.
Well, I think I can post them here,
Whatever people said, It's bad or horrible, just GO AHEAD.
I named it The Smell of Dark: Collectanea. Yeah, I made it when people fell asleep.
***
Redemption
A night fall.
when the one love the sister.
but the young lady gave too much her heart.
But reality, the man wanted her older sister.
She kept her feelings to the man in the paper, in every breath, in the sky.
No she couldn't do anything.
Her older sister didn't know about the man feeling.
Young lady, told it.
The man and the older sister were marry.
But after that, the young lady was found.
Lying in her bed, covered by her blood, and the papers.
Tragis? Gak tahu deh!
Gue buat ini tapi keliatan kayak bikin puisi atau plot cerita.
Gue menggambarkan setting jaman dulu abad ke17-an. Mungkin setting jaman Eropa kayak di filmnya Sweeney Todd.
***
Liar Storm
There was a beggar, who loved a prince.
One day Miracle came.
The Prince proposed The beggar to be his princess.
Everybody wondered, everybody jealous.
Disgusting!
A month, a year.
The prince left the beggar alone in the desert.
He broke his promises, He broke his Promises.
But a year, long time.
The Prince become a beggar.
And the Prince beg a beggar to come with again.
But he just torn off the old wound.
Too late
Satu lagi.
Liar (from Lie---->;pembohong)
Yang ini gue curcol (alah!), hehehe...
Gue ga pandai euy menyelipkan kata-kata. Menyelipkan tujuan dalam kata-kata.
Gak pinter berkamuflase kata kayak orang-orang.
Misalnya, dia tulis:
"A roses in the summer day, I can't pick it up one of them"---
Padahal itu artinya :
Dimusim panas, dia nemuin banyak cewek, tapi dia gak bisa milih salah satunya
Atau emang bukan itu artinya Intinya: Gue ga ahli bikin lirik ambigu. Atau bisa bikin orang MISS INTERPRETATION, alias salah mengartikan.
'something-something' gue banyakan #frontal, dan semua orang tau line-upnya begimana. (gaya bener nulis line up)
Contohnya!
Yang sekali baca langsung ngerti artinya.
Puisi karya Towikromo ini bikin gue senyam-senyum, hahaha...
Just read:
Isteri
--Istri mesti digemateni
ia sumber berkah dan rezeki
(Towikromo, Tambran, Pundong, Bantul)
Istri sangat penting untuk ngurus kita Menyapu pekarangan memasak di dapur mencuci di sumur mengirim rantang ke sawah dan ngeroki kita kalau kita masuk angin Ya, istri sangat penting untuk kita
Ia sisihan kita, kalau kita pergi ke kondangan
Ia tetimbangan kita, kalau kita mau jual palawija
Ia teman belakang kita, kalau kita lapar dan mau makan
Ia sigaraning nyawa kita kalau kita Ia sakiti kita!
Ah. Lihatlah ia menjadi sama penting dengan kerbau, luku, sawah, dan pohon kelapa
Ia kita cangkul malam hari dan tak pernah ngeluah walau cape Ia selalu rapih menyimpan benih yang kita tanamkan dengan syukur tahu terima kasih dan meninggikan harkat kita sebagai lelaki.
Ia selalu memelihara anak-anak kita dengan sungguh-sungguh seperti kita memelihara ayam, itik, kambing, atau jagung
Ah ya. Istri sangat penting bagi kita justru ketika kita mulai melupakanya:
Seperti lidah ia di mulut kita tak terasa Seperti jantung ia di dada kita tak teraba
Ya.Ya. Istri sangat penting bagi kita justru ketika kita mulai melupakannya
Jadi waspadalah! Tetep, mandhep, manteb Gemati, nastiti, ngati-ati Supaya kita mandiri-perkasa dan pinterngatur hidup Tak tergantung tengkulak, pak dukuh, bekel, atau lurah
Sebagai Subrada bagi Arjuna makin cantik ia diantara maru-marunya;
Sebagai Arimbi bagi Bima jadilah ia jelita ketika melahirkan jabang Tetuka
Seperti Sawitri bagi Setyawan ia memelihara nyawa kita dari malapetaka
Ah.Ah.Ah Alangkah pentingnya istri ketika kita mulai melupakannya
Hormatilah istrimu Seperti kau menghormati Dewi Sri Sumber hidupmu Makanlah Karena memang demikianlah suratannya! -Towikromo
Sebelumnya, ada yang ajak buat nonton. Karena waktu itu hari sabtu saya harus pergi ke Sumur Bandung. Daripada dirumah gak ngapain-ngapain, saya langsung menghubungi teman saya Ramelan buat nonton film. Oh well, she accepted!
Gak lama, ternyata dia sms saya kalo dia bawa temen. Yaaa, saya suka merasa risih sih kalo ada temen bawa temen yang gak saya kenal. jadi saya mau coba ajak teman saya yang lain, Alexis.
Oke, pertamanya sih saya gak tau mau nonton apaan... Old Dogs? Tau deh yang penting saya gak bosen nunggu harus ke Sumur Bandung.
Akhirya saya dateng ke BTC (janjian disitu. Nontonnya juga murah, hihihi...).
Puter-puter BTC gak jelas, kayak orang yang hilang dari orangtuanya. Soalnya saya ga tau banyak tentang BTC. Cuma tau 21 aja. KFC aja saya nyasar!
Akhirnya Ramelan dateng, saya nanyain dia mau nonton apaan. Soalnya saya juga bingung gak tau mau nonton apaan. Bingung, soalnya gak ada film yang rame.
Saya nelpon Alexis: "Woi, dimana sih?"
Alexis: "Iyee, ntaaaar... Gue lagi naik ojeg nih!"
Saya nelpon Alexis: "Wah, cepetan dong. Eh, btw mau nonton apaan nih?"
Alexis: : "Apaan yaah? ada Alangkah Lucunya Negeri ini ga?"
Saya nelpon Alexis: "Yoa, ada. Mo nonton itu aja?"
Alexis: : "Ya sok! aku sih mau nonton itu aja. kalo lu gak mau, Gue nitip satu ntu film deh!"
***
Gue akhirnya bingung juga.
Ramelan: Nonton apaan dong?
Saya : Apaan ya? Alangkah lucunya? Rame gitu?
Ramelan: Gak tau... Gue si udah liat traillernya.anak pengamen gitu...
Saya : Ya udah deh... Semoga rame yah...
Ramelan: Sip.
Akhirny akirta beli 3 tiket. Dan nunggu lamaaaaaaa si Alexis. Sampai akhirnya filmnya dimulai. Ya udah deh, kami mutusin buat nitipin tiketnya kembak-mbak penjaga.
Pas nitip dia bilang;
Mbak21: Siapa namanya mbak? Ini Tiket buat siapa mbak? (Wtf? Dibilang mbak-mbak-,-)
Saya : Alexis
Mbak21: Oh, ya.
Saya hjalan, tiba-tiba ada yang narik tangan saya dari belakang
Mbak21: Heey! ada yang nngajak kenalan! Hahaha
Saya & Ramelan: -,-
***
Fuhh, ternyata belum mulai!
Baru iklan, dan yang nontonnya dikit banget (Saya gak tau apa mungkin mereka gak tertarik buta nonton ini, atau posisi BTC yang ga 'terkenal')
Akhirnya si Alexis dateng. Duduk disebelahnya Ramelan. Duh, rame ga yah ini film?
Saya gak pernah nonton traillernya sebelumnya atau baca sinopsisnya.
***
Whooooo---
Rame juga filmnya. Seru!
Uh-oh!
It's a comedy film.
Dijelaskan sama om Deddy Mizwar, film yang memotret kehidupan para pencopet sebenarnya dibuat untuk menggambarkan rasa pesimistis yang dialami masyarakat dengan kejadian-kejadian saat ini. Karena itu, om Deddy sengaja membuat film yang bisa menumbuhkan rasa optimistis.
Dan FYI, Film "Alangkah Lucunya (negeri ini)" selain didukung pemain kawakan, seperti Slamet Rahardjo, Jaja Mihardja, dan Tio Pakusadewo, juga diramaikan anak-anak dari sebuah yayasan. Beberapa di antara mereka adalah anak-anak mantan pencopet! Wohhh...
Ceritanya, ada cowok yang namanya Muluk (Reza Rahadian) yang lulusan Manajemen yang lagi nyari kerja buat "modal" ngelamar kekasihnya. Lama-lama... dia nyari kerja, dia ketemu pencopet yang namanya Komet (Angga Syaputra) yang ketangkep basah sama si Muluk.
Lama-lama dia punya ide buat ngehimpun itu pencopet. Dan diajaklah si Muluk sama Komet ke Markasnya, dan Ketemu bosnya copet (Tio Pakusadewo). Dan Muluk ini merencanakan sesuatu yang 'menghasilkan duit' dengan cara lain. Tapi mereka cari modalnya dulu tetep lewat copet
Dan dari penghasilan Copet, Muluk juga dapet bagian. Begitu udah beberapa bulan, dia dateng dengan motornya. Terus ditanya ama bapaknya, Pak Makbul (Deddy Mizwar) dari mana dapet motor. Dan dia bilang dari kerja dibagian SDM. Ayahnya ini sangat 'keras' dalam agama-- maksudnya manut banget sama agama.
Lalu si Muluk ini ngajak temen-temenya buat bantuin dia mengembangkan anak-anak copet.
So take a look if you haven't seen the movie yet.
The Thieves:
So In this Photo is 'Copet Pasar'. Copet pasar emang menghasilkan duit paling banyak. Waktu ditanya kenapa bisa dapet banyak , Bos copetnya bilang: "Karena dipasar medannya lebih 'basah'...", Terus malah disambung sama si Komet (yang pake baju ungu difoto) :"Iyalah, pasarkan becek!"- Lumayan juga sih taktik copet mencopetnya. Oper-operan. Bisa bikin senyum ngeliat mereka beraksi. Motonya dalah: "Copet Pasar. Kayak diPasar!"--CMIIW soalnya saya lupa juga -_-"
Selanjutnya adalah Copet Angkot. Grup yang diketuai oleh Ribut (Sakurta Ginting-Siapa coba yang gak kenal?) yang berdiri ditengah, Klong, Kampret, Codot,dan Sobrat. Mereka beroprasi dengan cara pura-pura jadi anak sekolahan. Lucunya, Si Ribut ini suka memasukan kata 'Adalah' kedalam kata apaun. contohnya: "Adalah kita copet angkot adalah diketuali adalah ribut, adalah Klong, adalah Kampret, adalah..." Copet angkot ini perannya gak terlalu menonjol dalam ALNI. Oh iya, mottonya adalah: Copet Angkot, Jaya diAngkot!"
Ini adalah Copet Mall. Kelompok Copet Mall. Dari kiri itu Ari wibowo (nama sebutannya-,-), Boy, Eros, Glenn, dan Ongki. Yang pendek namanya Mata Dewa. Dia itu mata-mata dimarkasnya. Ketua cofet mol adalah Si Glenn, yang pake baju coklat. Ini Kelompok sering banget berantem sama kelompok Cofet pasar. Ada aja yang mau diributin.
Ceritanya lumayan miris sih akhirnya. Jadi copet salah, jadi Pengasong salah.
And this film told me too, that we life in a Thief Country.
Pencopet berpendidikan disebut Koruptor,
Pencopet tidak berpendidikan disebut Pencopet.
And Quote of the film is: "Pendidikan itu penting. Karena jika kita telah berpendidikan, kita tahu kalo pendidikan itu gak penting..."
Yeah, just enjoy the film, then.
Rating saya:
/ * * *
Ga nyangka juga ini film seru.
Well, akhirnya ada film bagus (lagi) diIndonesia. Saya kira diIndonesia cuma bisa bikin film Setan porno aja :p
Guess Who is 'S' ?
The Clue is : Sexy, Saucy, Sharp-looking, Star, and Shine.
Need more clue, huh? : Robot, Arnold Schwarzenegger , Sci-Fi, Navy, Blue, Toruk Macto,Won 3 Oscars?
Yes, man.
Welcoming Sam Worthington!
Hehe.. Jadi pengen ngebuat tentang si Sam ini.
Why?
Karena saya akhir-akhir ini (2009-2010 dengan jarak yang gak terlalu jauh) udah nonton film-film dia.
Dan tertarik buat masukin dia kedalam blog saya, hihi..
He's Hot! (Kecuali kalau rambutnya dibuat cepak atau botak. He is much better with his messy hair lol!)
Hmm.. belakangan ini saya nonton 3 Filmnya: Terminator Salvation, AVATAR (yang bikin nama Sam jadi terkenal), dan Clash of The Titans.
Film Sam Worthington pertama saya adalah Terminator Salvation, dan dari situ deh saya tau Mr.Worthington ini.
Dan Sam lagi naik daun juga, karena Film AVATAR: masuk nominasi, dan menang 3 Oscar. Sayang sih, film AVATAR yang ngehabisin banyak uang buat bikin efek CGI canggih harus kalah dengan film perang The Hurt Locker.
VS
On Academy Award: The Hurt Locker is a winner
Sam Worthington, atau aslinya Samuel Henry J ini berasal dari Britain, dan migrasi ke Perth, Australia.
That Guy--> Sam yang berumur 33 tahun ini (2 Agustus 1976) unmarried yet, hehe...
Dan kata temen di Twit saya, harusnya Sam Worthington masuk The Sexiest Man Alive versi Sister (Maunya! ) Hahaha, menurut saya sih harusnya bisa masuk. Yah tapi mungkin karena dia belum banyak main difilm-film ber-Prestige, dan belum cukup banyak dapet penghargaan, jadi kesempatannya belum cukup. Yah, kalo diamaen dibeberapa film bagus, dan dengan rate minimal 7, bisa jadi dia masuk The Sexiest Man Alive versi People Magazine. Mungkin beberapa film lagi, dia bisa ngalahin Ben Affleck (Pearl Harbour), Matt Damon (Green Zone), Johnny Depp (Pirates of the carribean, Charlie and the chocolate factory) dan Brad Pitt (Inglourious Basterds). GO AHEAD SAM!
About AVATAR; Sebenernya, yang bakal meranin Jake Sully ini bukanlah Sam, tapi Matt Damon atau Jake Gllyenhaal.Tapi, mereka nolak buat main difilm AVATAR ini. Dan James Cameron bilang; "Honestly, did I go out and try to woo them? No."
Wow, mungkin kalo Matt atau Jake 'nerima' film ini, Sam mungkin gak seterkenal sekarang, karena Terminator Salvation ratenya ga terlalu bagus.
***
Next, Avatar Dude--; Sam Worthington is in negotiations to star in the latest vampire film, Dracula: Year Zero. Just wait and see.
Hola!
I have watched a new film starring by Sam Worthington.
Get ready for:
Yeah, cerita tentang seorang anak yang gak puas dengan kinerja (halah!) para Dewa diOlympus. Diangkat dari film tahun 1981 dengan nama yang sama, yang waktu itu ditulis oleh Beverley Cross, Clash of the Titans. Dan Film yang sekarang disutradarai oleh Louis Leterrier ini menghasilkan $ 61.2 M, lebih banyak dibandingkan Alice in Wonderland yang cuma $ 8.2 M.
The Director: Louis Leterrier
* Sinopsis
Suatu hari, Perseus dan sebuah keluarga nelayan lagi berlayar karena pulaunya dihancurkan sama dewa. Mereka kesal sama dewa Zeus yang makin hari makin bikin mereka sengsara. Dan ketika mereka nyampe ke Argos , Ada sekumpulan orang yang ngerobohin patung Zeus. Abis gitu, tiba-tiba datang Hades (Dewa juga, sodaranya Zeus--diperankan oleh Ralph Fiennes), yang menyerang orang-orang yang ngerobohin patung Zeus.
Dan yang selamat cuma si Perseus.
Perseus akhirnya dibawa kekerajaan Argos, dan ketemu Raja dan Ratu yang menganggap dia lebih hebat dari Dewa. Menentang dewa, dan mengagung-agungkan anaknya, Andromeda (Alexa Davalos). Dan ternyata, Hades datang lagi, dan bilang kalo orang-orang Argos gak berlutut sama dewa, mereka bakal dihancurkan. Biar ga dihancurkan, Hades minta syarat: Tumbal Putri Andromeda diwaktu gerhana, ketika Kraken (monster) dikeluarin.
Perseus akhirnya marah juga, karena selama ini dewa hanya mempermainkan mereka. Akhirnya Perseus berniat ngelawan Dewa. Tapi, ternyata, dia adalah DEMIGOD! (Half man, half God) Dia diceritain Io (Gemma Arterton) ternyata dia anaknya Zeus! Jadi, lahirnya Perseus karena ada seorang raja yang 'mengutuk' Zeus, dan Zeus mengubah dirinya jadi Raja tersebut, dan 'bercinta' dengan Ratu raja tersebut. Hamillah Ratu tersebut, dan lahirlah Perseus.
Dia pengen membalaskan dendam Ayahnya (Raja Acricius), tapi didalam tubuhnya mengalir darah Zeus.
Terus berlangsunglah Petualangan Perseus.
***
*My Thoughts
Well...
Rate saya terhadap ini film adalah:
/ * * * *
Gak terlalu heboh sih.
Cukuplah saya kasih nilai 6/10 (Saya rating bukan sesuai Imdb loh! Sesuai hati nurani dan setelah menonton filmnya)
Filmnya kurang 'Wah' menurut saya.
Dan ketika saya cek ke:
Ternyata Filmnya emang 'Rotten' !
Bahkan lebih parah dari Rating saya: 30% dari 100% ! (3/10)
Ya, menurut saya sih, filmnya kurang 'Wah'.
Gak kayak yang dibilangin banyak orang (review diTV dan majalah--mungkin mereka promosi yah..)
Gak bikin tegang, dan gak sampe bikin menghela nafas.
Dan menurut saya sih, efeknya kurang 'sreg'. CGI-nya gak mantep , dan keliatannya jadi "agak kasar" efek CGI-nya. Keliatan dari pas adegan pertama yang lagi berlayar, 'studio' banget. Atau pas bagian dia dateng ketempatnya Pegasus.
Karena gue comedy addict, film ini humorless, hambar filmnya (seneng engga, sedih juga engga), dan gak ada sisi romantisnya (apa adegan romantisnya disensor yah? Ah tapi Sam Worhtington ga usah beradegan romantis deng, hehe )
Yah, itu aja sih review dari saya
Sori kalo saya sok tahu.
Just for share
***
* Another Demigod Film
Mungkin bisa aja kamu agak pusing dengan banyaknya dewa-dewa dan tokokh-tokoh lain.
Tapi, kalo kamu udah pernah nonton Percy Jackson, pasti kamu lebih ngerti. Soalnya banyak tokoh-tokoh yang sama kayak di Percy Jackson.
Kayak Medusa (Perempuan yang bisa ngubah orang jadi batu kalo matanya diliat), Dewa-dewa Olympus, dan lain-lain.
Terus ada juga kemiripannya dengan Percy Jackson adalah: Mereka sama-sama Demigod. Bedanya, Percy anaknya Poseidon, tapi Perseus anaknya Zeus. Dan terus juga, hal yang mirip adalah: Dewa-dewa tersebut selalu membimbing anaknya secara langsung atau tidak langsung. Oia, nama depan mereka juga sama-sama diawali huruf 'P'.
Bisa jadi, yang bikin Percy Jackson emang terinspirasi dari Clash of The Titans (karena CoTT udah 'lahir' duluan), tapi gue gak mau sok tahu. Mungkin emang mitosnya seperti itu.
* Moral of The Film
"Ayah akan selalu melindungi anaknya, walaupun anaknya menentang ayahnya..."-Choe (my movie mate)
Disuatu sore hari, gue yang lagi les, dan lagi duduk dikursi baris ketiga (paling belakang).
Dan itu adalah waktu istirahat.
Dan kelas ruang 2 adalah kelas yang sangat "MEM-BOOOOOOOO-SAAAAN-KAN-!"
Yeah, gak semuanya sih, tapi kali itu temen-temen lagi pada males ngomong -___-"
Hmmmm...
Dan beberapa menit kemudian, karena kami udah nguap-nguap, temen gue yang namanya Feb,
nawarin permen karet
Terus gue ambil 2 biji dari tangan si Feb, dan kunyah-kunyah kunyah.
Lumayan buat mengurangi rasa kebosanan.
Kunyah-kunyah dan...
...ditangan gue sekarang ada 2 bungkus permen Happydent.
Dan akhirnya otak gue yang sistemnya udah 'Down' , gue iseng buat masukin satu bungkus happydent ke tudung jaket siswa cowok yang duduk didepan gue.
FYI, siswa cowok itu temennya sahabat gue di SD.
Gue cekikikan sama temen yang dibarisan gue.
Yaaaaa, iseng karena bosen banget istirahat gak tau mau ngapain2.
Dan alasan gue Dare to do it, adalah karena orang itu keliatan cowok yang baik hati.
Selain itu, dia juga pinter dimana-mana, anak Olimpiade lagi gimana gak bangga tuh orang tuannya? Pastilah tuh anak, anak yang
Dan waktu itu gue masang muka "Gue-Gak-Tau-Siapa-Yang-Naro-Permen"
Dan, Voila!
Dia gak nyadar kalo gue udah masukin permen ketudungnya.
***
Dan malem-malem kalo abis les (malem minggu), gue suka meng-eksis-kan diri dengan chatting via Yahoo! Messenger.
Terus gue nanya ke sahabat gue, yang sekaligus temen satu SMP dan SMA si cowok yang gue isengin,
gue bilang kedia, kalo gue waktu itu pernah masukin bungkus permen tadi ke cowok itu.
Dan sahabat gue itu bilang, yah tenang-tenang aja kok, dia anaknya tiis (kurang tepat sih kalo dibilang —gak peduli), tepatnya, temen gue bilang kalo dia itu paling reaksinya 'datar'.
Oke, gue tenang-tenang aja.
***
What month, is it?
Setelah beberapa bulan kemudian,
gue masih aja 'tiis' dan udah lupa sama 'dosa' gue ke- THE GUY itu.
Dan waktu itu hujan, gue buru-buru pulang , dan masuk angkot, dan....
OH!
Gue satu angkot sama "The guy" and his friend.
Gue akhirnya duduk aja dan diem-dieman karena gue gak kenal baik sama mereka.
Tapi, beberapa menit kemudian, cowok yang gue isengin itu ternyata memojokan gue yang sendirian.
The Guy: Eh, ada orang iseng yang masukin bungkus permen kejaket saya
HisFriend: Wah? siapa?
The Guy: Ada lah... anak yang duduknya dibelakang gue. Beraninya emang dibelakang!
HisFriend: Wah, kalo gue jadi lo, udah gue...
The Guy: Gak usahlah, ngapain juga ?
HisFriend: Udah minta maaf?
The Guy: belom, gak tahu tuh!
HisFriend: Ngapain dia masukin bungkus permen ketudung lo?
The Guy: Kata temennya dia yang satu sekolah sama gue sih jail doang...
Hmmm...
Gue gak tau ahh... Gue feeling guilty abis dan dipojokin abis sama itu orang.
Gile, gue kira orangnya gak bakal semarah itu!
Buset dah, sampe harus mojokin segala...
Dan gue mutusin buat minta maaf ntar hari Sabtunya.
***
Sabtu...
Gue abis dari
Study tour, dan nyempetin mampir ke tempat les buat minta maaf sama si cowok itu.
Udah hujan, dan ternyata anak-anak yang satu sekolah ama gue yang sama2 les di tempat les gue, gak dateng alisas langsung pulang.
Eh, ditungguin, taunya ga masuk tuh cowoknya
***
Dan malemnya, gue chatting lagi sama sahabat gue yang satu sekolah sama si cowok yang gue isengain, alias "The Guy"
Then she said: "Hey, you know what? 'The Guy' said to me that, If I meet you, He wanted to say to you, that YOU'RE THE MOST ANNOYING GIRL EVER HE KNOWN..."
Hah? Gak salah tuh orang bilang gitu?
Well, ternyata gak gue aja yang di 'judesin' si 'The Guy' itu.
Tapi ternyata temen gue juga dijudesin sama dia.
Gue mikir, dosa gue sebanyak itukah sama dia sampai-sampai dia bilang gitu ke gue?
Then she said again : Gak cuma itu, dia ngomong gitu didepan anak2 SMA gue. Terus pada nanya, Siapa sih? Cantik gak? Dan dia jawab: Diliat dari hongkong juga gak ada cantiknya ()
Segitu jeleknya kah gue?
Yah, okelah, namanya juga emosi,
Orang emosi bakal ngeluarin apa aja semaunya dia.
Yeah...
Gue akhirnya minta tolong temen gue yang dulu ngasih permen Happydent , si Feb, buat bantuin gue buat minta maaf sama itu cowok.
Dan Feb bilang: What? Just because that Candy Wrapper?
gue bilang: Yeaaaaaaaaah... kayaknya sih.
Dan temen gue mau bantuin gue, dengan nemenin gue bilang minta maap, dan ngelindungi gue, kalo-kalo cowok itu bersikap anarkis, hehehe.
***
Besoknya, gue deg-degan banget!
Rasanya kalau mau tau, kayak orang yang mau menjalani hukuman mati.
Pancung kek, Ditembak sniper kek, minum racun, atau diSetrum, pokoknya pikiran gue ngelayang ke yang aneh-aneh
Gue cewek, dia cowok.
Tau kan kalo cewek kepepet dan kepojokin abis, bisa-bisa "sungai" dimatanya bisa tumpah, dan kayaknya tuh cowok bakal 'menang'.
Jujur aja, gue takut kalo dia ngebentak, mukul, atau ngapain deh.
Yah, tapi gue udah putusin, kalo gue bakal minta maap aje.
Bodo deh dimaapin apa engga, gue tetep maju walaupun gue gak tau gue bakal bisa balik lagi dalam keadaan tanpa cacat nyampe rumah.
Gue udah mau nyampe didepan tempat les. Langsung gue sms si Feb yang mau bantuin gue.
What the ...?! Ternyata dia masih dirumahnya dan baru mandi!
ASDFQWERTYUIOPASDFASDFASDF!!@#$!$^&@$*&!
Gue masuk deh kekelas. Pelan-pelan. Dengan pacuan dada gue yang dag-dig-dug-DEEERR!
Dan ternyata cowok itu udah didalem, dan ngerjain soal pelajaran.
Gue duduk.
Dia asik ngerjain soal.
Gue diem.
Dia asik ngerjain soal.
Gue bingung.
Dia tetep asik ngerjain soal.
Gue berdiri.
Dan gue berdiri disamping dia.
"Hey, ehem, Saya mau minta maaf yah, atas apa yang pernah saya lakuin ke kamu. Saya gak tahu kalo semua ini bakal bikin kamu marah besar. Oke, saya salah. Saya salah menilai orang, saya kira kamu bakal biasa-biasa aja. Taunya enggak. Saya mua minta maaf kalo saya dimata kamu keliatan sombong, sok-sok-an, padahal saya gak loh! Saya mau minta maaf aja deh atas semua yang udah saya lakuin kekamu..."
Dan tangan dia ngelepas pensil (apa pulpen yah? gue lupa)
Terus ngejulurin telapak tangannya...
"Yah, aku juga, sama-sama"
SALAMAN DEH!
Yeah, Happy ending yag tak terduga sebelumnya
Walaupun gue masih agak kesel pas dia bilang gue gak ada cantiknya diliat dari hongkong juga.
Part One : "What's in a name? That which we call a rose by any other name would smell as sweet".
Sing—
"...You and I, we might be strangers. How ever close we get sometimes, its like we never met. But you and I... I think we can take it. All the good with the bad Make something that no one else has, But..."
Berdendang di stasiun kereta api. Bersandar pada tiang berwarna gelap. Bertuliskan 14 Street. Menunggu keretadenagn jaket parasut hitam Nike dan tas sepatunya yang berwarna biru gelap. Memejamkan matanya, dan menghela nafas panjang.
Jes jes jes jes jes—
Matanya terbangun dari lamunannya. Lampu kereta menyinari wajahnya.
Sudah malam, pikirnya. Beberapa orang keluar. Tak sebanyak yang masuk. Mungkin hanya 8 orang yang masuk. Lelaki berbadan besar dengan rokok yang tidak dinyalakannya. Dengan jaket tebal berwarna gelap, kacamata dan topi yang menutupi wajah mereka.
Dia masuk dengan tatapan dingin. Ia tidak mau menampakan kekhawatirannya yang dapat melahirkan keributan. Membenamkan kedua tangannya kedalam saku jaket. Dan masuk bersama kedelapan pria itu. Wajahnya masih diam. Berusaha tenang dan sedik mengangguk-anggukan kepalanya. Padahal yang sedang ia dengar bukanlah lagu yang bisa membuatnya menganggukan kepalanya—itu hanyalah lagu sedih.
Dia duduk diujung, disebrang kedelapan pria besar. Menunduk menatap lantai sekali-kali, kadang menatap jendela kaca. Kadang juga mencuri-curi pandnag pada kedelapan orang itu. Besar, ada yang wajahnya bengis, berkumis, berjanggut, gendut, dan berhidung besar. Dia tetap waspada.
Seorang dari mereka berdiri saat melihat pintu kereta ditutup.
"Dimana dia?", tanyanya.
Seorang yang lain dari mereka mengarahkan matanya pada "penumpang" selain kedelapan pria itu. "...Hati-hati, ada telinga lain dikereta ini..."
"Tenang saja, dia sedang mabuk dengan iPod bodohnya..."
Sipendengar iPod itu tetap diam. Pura-pura menikmati lagu-lagu sendu diplaylistnya, padahal suara pria-pria itu memekakan telinganya.
"Adam, Carl, ayo cepat sadarkan dia digerbong sana!", perintahnya lagi.
Kedua orang itu pun langsung berdiri menuju gerbang lain.
"Hey Lambert, memang siapa dia?", tanya seorang yang berhidung besar pada siperintah.
"Tenang saja. Dia hanya kecebong kecil tanpa suara...",
Pendengar iPod itu masih berdiam.
"Kita bawa dia jauh dari rumahnya!", Dan mereka berlima tertawa kecil.
***
Malam. Salju sedikit turun perlahan-lahan. Keenam pria itu masih duduk dan berbincang-bincang soal trip mereka ke Vegas. Membicarakan 'Daisy'—sang primadonna si perintah yang ingin menikahinya dichapel kecil yang ada di Vegas.
"Kemana Adam dan Carl?", tanya sihidung besar.
"Entahlah, mungkin mereka sedang bermain dengan kecebong itu...", jawab Lambert—si Perintah.
Rasa penasaran sipendengar iPod itu makin memuncak. Rasanya sangat mengganggu. Rasa ingin tahu apa yang sedang mereka lakukan. Apa atau siapa itu kecebong? Lalu ia memutuskan untuk berdiri.
"Haaaah...", dia melepaskan nafasnya.
Berdiri, membuat keenam pria itu memusatkan pengelihatanya pada si Pendengar iPod.
Dia hanya berdiri dengan tenangnya, dan melewati gerbong. Seseorang dari pria itu bicara.
"Kemana malam-malam begini? Banyak penjahat diluar sana! Hahahaha...", tawanya dan disambut oleh teman-temannya.
Seorang darinya merasa cemas.
"Hey... Lambert!", "Tenang saja... tak usah takut seperti itu!"
SiPendengar iPod berjalan. Menuju gerbong lain.
Ia menemukan Adam dan satu lagi—ia lupa namanya. Dengan 'Kecebong' yang sudah babak belur. Hidung yag berdarah. Dan seorang kondektur.
"Dia tadi babak belur dijalanan, kami menemukkannya...", jawab mereka, dan memberikan tiketnya "...dia teman kami..."
Sikondektur hanya melihat remaja lelaki itu. Memegang dagunya, lalu berjalan keluar gerbong untuk menagih kegerbong lain.
Sipendengar iPod itu melihat si kecebong yang babak belur. Lehernya diketiaki oleh si Adam.
Tapi dia tetap berjalan lurus menuju kamar mandi.
***
Dia kembali, tapi dia hanya menemukan tubuh sikecebong tanpa Adam atau temannya, atau keenam yang lainnya.
Dia jongkok dipojok, menangis? Darah yang keluar dari hidungnya. Keringat yang bercucuran dari rambutnya yang hitam.
Si Pendengar iPod itu Penasaran setengah mati. Ia mencoba tidak peduli dan kembali kegerbong asal dia duduk.
Kosong.
Tak ada penumpang lagi?
Akhirnya ia kalah dengan perasaan penasaran yang hampir membunuhnya.
Dia mendekati remaja pria itu. Dengan kemeja sekolahan yang putih bercampur noda tanah dan darah yang mencoklat.
Lalu jongkok disebelahnya. Sipendengar itu memerhatikan wajah sikecebong. si 'kecebong' itu memalingkan wajahnya. Si Pendengar iPod duduk dan menjulurkan kedua kakinya, lalu mebuka tas sepatunya, dan mengeluarkan tempat minumnya. "Sepertinya kau butuh, uh.. minum?" Silelaki itu membenamkan wajahnya pada tekukan kakinya."Tenang... aku bukanlah mereka...", mengeluarkan beberapa biskuit dari sakunya. "...aku bisa membantumu..", ucapnya dengan sungguh-sungguh.
Si kecebong itu mulai mengangkat kepalanya. Menoleh pada siPnedengar iPod.
"Katakan, siapa namamu?"
Sikecebong pun berfikir, tak mungin sipendengar iPod ini dapat melukainya.
"Nama? untuk apa?"
"Hey, kau mau ku bantu atau tidak?"
"Buat apa? hanya menyulitkan hidupmu... siapa lagi yang ingin diabntu olehmu!"
"Serius? Lalu kau akan kemana dengan wajah begini? Dengar, aku bukan mereka... Lihat? Aku mendengar kan iPod! Aku— yah seperti kau... remaja seperti biasa yang baru pulang dari Douzo"
"...", Kecebong itu diam.
"ayolaaahh... baik, kalau begitu biar aku yang mulai...", dia mendekatkan kearah kecebong itu. Menodongkan tempat minum yang terbuat dari low density polyethylene yang berwarna biru langit.
Sikecebong membuka tempat minum itu.
"aku, Selma.. S-E-L-M-A... dan kau?", kecebong itu masih diam. Berpikir bahwa si 'kecebong' itu tidak percaya, Selma mengeluarkan dompetnya, dan mengeluarkan kartu pelajarnya. "Selma...", ucapnya lagi.
"sekarang giliranmu!", ucapnya.
"Apalah arti dari sebuah nama?", ia menjawab dengan datar, dan meminum air. "Haaah...", ucapnya.
"William Shakespare... Sangat berbau sastra... Oke, aku serius! Sekarang sebutkan namamu, dan aku akan membawamu keapartemen kecilku.."
"Kau sudah tahu...", ucapnya.
"Oh!", sipendengar iPod pun terperangah, dan mengetahui bahwa ternyata pernyataan tersebut adalah sebuah jawaban.
Kereta melaju cepat, dan salju berguguran diluar sana. Ada perbincangan kaku didalamya.
"Well I won't guess, what's coming next. I can't ever tell you're the deepest well I've ever fallen into. Oh I don't wanna know, Oh I don't wanna know, Oh I don't need to know, everything about you. Oh I don't wanna know, and you don't need to know that much about me..."
"Kau suka dengan lagunya Wilco, Will? Mau dengar?.."
Yeah yeah yeah...
A lot of Surprises , made my day was a peculiar moment.
Hmmmmm....
I thought that i was lost.
I lost the Velvet jackets, I lost Mr.Cold, I lost Mr.Geek.
But they came to my life again.
C'mooooooooooooon... how did you make it for me?
Velvet Jacket
Ketika gue baru nyebrang ke sekolah...
Velvet jacket was walking in front of me.
Oh meee gaaaaaaaaaaaaaaadd..
I thought that he has moved to other school, or maybe he just moved!
But I was wrong.
"Is that you? Are you still alive? Is this real? Where did you go?(eta mah lagu)"
Mr.Cold
Hari itu hari senin. Gue udah siap-siap mau upacara. Daaaann.. gue sama sekali gak kepikirin apa-apa tentang Mr.Cold. Ahh Whatever! I don't care about you.
One minute after i said it all, you were standing in front of me.
SO FUNEEEEEEEEHHH!
Gue tertegun.
Nahan ludah--Nelen ludah *glek*
Is that you.... again? You're still aliveeeeeeee!!
Waaaaaaaaaaaaaaaaaaaiiiiiiiiittt!
Apa itu? yang ada diatas kepala kamu?
Oh no.
I hate you in a mohawk style!
Okay, It doesn't matter.
But you here. Gue jalan dikantin, gue kekoperasi, gue ke ruang guru, gue duduk...
dan Mr.Cold tetep ada.
Dengan tatapan yang masih dulu.
"You will never realize, but I'm in your surrounding"
Mr.Geek
ARGHT!-
Paling parah dan entahlaaaaaaaaaaah...
Gue iseng check fesbuknya.
Then, his photo profil with his 'someone-new'
SINKING SHIP!
"You never belong with me..."
I found someone whom lost from my life for several years....
I found him.
He came to my life again;
Yeah!
Kita gak pernah ngobrol.
Pernah gue cuma ngobrol gini:
Me: "Hey, ada --- dikamu?"
Him: "Ga"
Itu aja.
Dan juga, gue gak berharap lagi lah soalnya gue juga lebihnya sebel sama dia.
*sebel karena sesuatu*
Tapi ternyata pas beberapa waktu kemudian...
Gak disangka-sangka...
He took me to talk!
Oh my goat whatta awesome!
He talked to me, dia ngajak gue ngobrol..
So Friendly!
Gue taulah.. gue GEER MODE : ON
Sampe cekikian sendiri dan berpikir: I don't have to wait. Time will show me.
"Don't wait. Let time take you into the moment that can't be presumed"
"Everyday, god gives you times. And time will brings you a stories. And stories will draws you a life-my self"
They say an end can be a start Feels like I've been buried yet I'm still alive It's like a bad day that never ends I feel the chaos around me A thing I don't try to deny I'd better learn to accept that There are things in my life that I can't control
They say love ain't nothing but a sore I don't even know what love is Too many tears have had to fall Don't you know I'm so tired of it all I have known terror dizzy spells Finding out the secrets words won't tell Whatever it is it can't be named There's a part of my world that' s fading away
You know I don't want to be clever To be brilliant or superior True like ice, true like fire Now I know that a breeze can blow me away Now I know there's much more dignity In defeat than in the brightest victory I'm losing my balance on the tight rope Tell me please, tell me please, tell me please...
If I ever feel better Remind me to spend some good time with you You can give me your number When it's all over I'll let you know
Hang on to the good days I can lean on my friends They help me going through hard times But I'm feeding the enemy I'm in league with the foe Blame me for what's happening I can't try, I can't try, I can't try...
No one knows the hard times I went through If happiness came I miss the call The stormy days ain't over I've tried and lost know I think that I pay the cost Now I've watched all my castles fall They were made of dust, after all Someday all this mess will make me laugh I can't ewait, I can't wait, I can't wait...
It's like somebody took my place I ain't even playing my own game The rules have changed well I didn't know There are things in my life I can't control I feel the chaos around me A thing I don't try to deny I'd better learn to accept that There's a part of my life that will go away
Dark is the night, cold is the ground In the circular solitude of my heart As one who strives a hill to climb I am sure I'll come through I don't know how They say an end can be a start Feels like I've been buried yet I'm still alive
I'm losing my balance on the tight rope Tell me please, tell me please, tell me please...