LORD,
Given me what I need.
LORD,
Given help for me.
LORD,
Given me the best way to learn.
LORD,
Given me the best thing which it took me to be better human.
LORD,
Given me a right path way.
ALLAH SWT my LORD,
How I should do for pay what you've done is Pray.
...
LORD,
Do I need someone (else) who can cheer me up?
You give me what I need, not what I want.
Kemana?
Padahal udah lama gue gak ketemu.
Udah satu bulan, gue gak liat mereka.
Yah, padahal itu 'MEREKA'- jamak.
Kenapa gak salah satu aja dari kalian yang pergi?
Kenapa harus semuanya?
I didn't know you, now did I, boy?
Pulang bareng. Gue cuma bisa; " Haaaaaaaaaaaaaaaaaaaaah..."
Dan gue gak pernah seangkot atau ketemu lagi sama dia. Juga gue udah sangat lupa dan tidak pernah mikir dia lagi.
Not again, not again!
Tapi,
200110,
Alias Rabu, 20 Januari 2010,
I'm in love again
It's too late now...
Setiap hari, saya selalu disana. Tak kenal panas, hujan, badai, bahkan apapun yang terjadi diluar sana.
Ya, saya tetap disana. Layaknya orang buta, orang tersesat, orang yang tidak beroreintasi.
Semuanya serius. Apapun yang terjadi, mereka selalu menganggap semuanya itu dengan serius.
Mereka telah mendapatkan kunci mereka masing-masing. Menggenggamnya, hingga kunci itu lepas semudah pasir.
Saya?
Masih mencari kunci tersebut layaknya orang mabuk mencari kacamata yang sedang ia pakai.
Bodoh!
Apa yang saya lakukan ini? Harusnya saya juga mengerti kehidupan pola geometri, runtutan teka-teki kehidupan fibonacci, hypotenusa dari sisi manusia yang lain.
Bodoh!
Seharusnya saya mengerti!
Sisi lain terkecil dari kita, atom-atom kehidupan. Natrium-natrium yang dapat menjadi pisau tajam didunia nyata, sesuatu yang akan berguna jika dia mengubah dirinya, dan sisi filosofis didalamnya.
Bodoh!
Seharusnya saya tahu!
Bahwa semua hal kecil dapat saya perhitungkan. Hal sepele yang tidak dapat menarik perhatian saya, ternyata itu sebuah kunci.
Apa yang terjadi semua?
Saya tidak bisa mengerti mereka, mereka tidak bisa saya mengerti.
Apa yang salah dari saya?
Saya telah coba menyelam dan sesak nafas untuk mencari hal yang hilang; kunci yang hilang, potongan puzzle yang hilang, keseimbangan yang hilang, makna yang hilang, dan jawaban yang hilang.
Semuanya tidak dapat saya raih. Mengambang dikepala saya. Saya coba raih, namun itu sesulit meraih kabut malam.
Apa yang salah?
Ini semua akan sia-sia.
Hanya buang enerji dan materi.
Lalu, hanya kosong.
Welcome everybody, LOGAN LERMAN !
Wow, Such a miracle!
He looks perfect! Wow!
His Eyebrows, his eyes, his nose, his lips...
Oh my god, he is soooo...
So, i found Logan Lerman in Kaskus.us, I forgot where the room was. Yahaaaa, Logan Lerman
He is an American teen actor. Born, January 19 1992 from Beverly Hills. So yummy.
Well, he is the first in 2010. I mean, the first boy since I loved Skandar Keynes (Not Again!) or Josh Hutcherson, even Justin Bieber.
He is Hotter than them now.
Love his wavy hair.
Goodbye, Keynes!
<<< Justin Bieber is still Hot, but now Lerman is HOTTER than him.
Lerman IS HOT.
Even is Erlend, or Mr.Geek or Mr.Cold.
Here's his Filmography:
Hem, Tuhan maha pencipta.
Dia bisa menciptakan mahluk se.......
Wowowowo...
I'm your Lover now, Lerman!
*Pssst....
Btw, kalo gue liat-liat, dia kok malah mirip ini yah... heeemm, yang jadi Hero boy di Polar Express... ckckck
I Adore You, Lerman.. Fufufu...
Let you ROCK ME TONIGHT! Hmmm~
HOT!
Film ini diangkat dari Novelnya Rick Riordan. Judulnya sama kayak Filmnya.
Ceritanya gini, Ada seorang anak, namanya Percy Jackson, yang ditokohi oleh si Logan Lerman. Awalnya si Percy (Logan Lerman) enggak tahu kalau dia adalah keturunan dewa Yunani kuno. Dan baru nyadar pas para dewa dan monster dari mitologi Yunani itu tiba-tiba keluar dari buku milik Percy.
Sialnya, Keluarnya mereka itu karena petir milik dewa Zeus yang ditokohi oleh Sean Bean ini hilang, dan si Percy kena fitnah
Hilangnya petir Zeus ini membikin panik Olympia, dan para dewa di langit kayaknya bakal saling perang yang akibatnya hancurnya alam semesta. Gak ada yang bisa nyegah peperangan kecuali kalo si Percy bisa nemuin petir Zeus.
Halo!
Sebenarnya saya tidak pernah minat dengan apa yang saya inginkan ini.
Karena saya tahu, ini melelahkan.
Melihat kamu dari kejauhan; kau ada dimulut tebing, dan aku didasar sungai.
Fatamorgana?
Kurang tahu, saya hanya bisa lihat kamu tersenyum pada sekelilingmu yang sebenarnya saya kenal, tapi saya tidak mau membuang waktu itu.
Saya pulang, seperti itulah, kau juga.
Kita sering bersama, kan?
Tapi kamu tidak merasakan hal itu.
Saat itu hujan, dan kamu duduk dipojok itu.
Kamu sebutkan sesuatu yang kamu banggakan, yang ingin kamu miliki, dan ingin kamu bawa setiap hari.
Tidak.
Saat itu hujan menyapu jalanan, dan menyapu asa saya yang saya bangun beberapa waktu kemarin.
Patah, seperti ranting yang dideru air.
Saat ini, hanya melihatmu dibalik jaring-jaring terlis bercat hijau.
Matamu yang selalu menerawang segala sisi kehidupan, bahkan kamu juga sebenarnya tidak mengerti.
Saya tidak ingin membisikkan itu lagi padamu.
Saya sudah tahu! Apa yang kamu inginkan, bukanlah nama yang mirip dengan benda itu.
Saya ingin mengikatmu disebuah kursi, dengan tali-tali tambang.
Lalu meneriakimu, dengan sejuta dendam, luapan emosi yang darisulu inginku bisikan. Deruan suara itu, tapi saya juga khawatir kamu akan tambah menghina saya.
Kamulah yang berdiri diatas sana, mengulurkan tanganmu ketika saya dibibir sungai. Kamulah yang menggantung diatas langit pada waktu itu, ketika kabut menyerbu saya.
Dan Berjuta-juta es pun mencair, saat kamu meneriaki namanya, yang bahkan saya tak kenal siapa.
...dan itu bukanlah saya.
Ya, saya memanglah saya!
Buakn siapa-siapa walaupun saya ada disekelilingmu.
Dia adalah dia!
Yang jauh dari jangkauanmu.


